Laman

Kamis, 10 Maret 2016

CARA MEMBUAT GULA BATU




ALAT DAN BAHAN

1. Gula Pasir
2. Air kapur
3. Putih telur
4. benang nilon
5. Panci
6. pengaduk 


CARA KERJA

1. Larutkan gula pasir dalam air, setiap kilogram gula agula 400ml air.

2. Kemudian panaskan dalam panci.

  

3. Setelah semua gula larut. Tambahkanlah putih telur yang telah dipisahkan dari kuning telur kemudian kocok.

4.Beri air kapur 100ml

4. Setelah bersih dari kotoran tambahkanlah 40ml air kapur.

5. Panaskan larutan gula tersebut hingga 113-115oC.

6. Siapkan panci yang telah bersih yang di dalamnya diberi benang nilon yang digantung.

 


     

7. Simpanlah panci tersebut dalam isolator selama seminggu.

itulah cara dan bahan dari gula batu
Semoga Bermanfaat ;)
maaf kalau kurang memuaskan. ada kesalahan? tolong coret kolom komen kawan
terimakasih

Senin, 17 Maret 2014

Love Again!


heyyy :p nih nongol lagi cerpen guee :p


Love Again

            Gue Gali Handayani. Gue yatimpiatu, gue tinggal dipanti asuhan kasih ibu. Ibu panti sangat menyayangi dan menyemangati anak-anak yang ada dipanti itu termasuk gue. Menurut gilang sahabat gue. gue baik, penyabar, rendah hati dan lumayan ganteng hah ague ketawa aja dengan pendapat sahabat gue ini. Sahabat gue yang baik, kaya tapi sederhana, rendah hati dan tidak sombong ini adalah tren topic sebagai ketua osis disekolah gue.
            Hari ini adalah hari senin. Seperti biasa gue telat masuk. Dengan kebiasaan gue, gue ngerutu gak karuan sampe ada cewe yang ngeliatin gue sambil ketawa tapi tuh cewe gak pernah gue liat disekolah gue, tapi dia pake seragam sekolah gue. dia ajak ngobrol gue, ternyata dia anak baru disekolah gue. namanya Febby. Gerbang dibuka pas gue lagi asik ngobrol sama Febby. Dan gue pun jalan kekelas gue, tiba-tiba pak Andi guru olahraga gue manggil gue.
“li kamu sekelas sama febby. Jadi kamu kekelas bareng dia ya” pak andi tersenyum
“iya pak” kata gue sambil jalan sama febby.
Serasa gimana gitu gue seneng banget sekelas sama febby. Apa gue suka pandangan pertama sama febby ya?.  Ais udahlah. Dan yang kagetnya Febby sebangku sama gue yaampun mimpi apa coba gue. dengan gini gue deket sama dia. Tiap jam istirahat gue sama febby selalu kekantin bareng dan nyempetin keperpus juga.gue selalu berdoa pada tuhan semoga febby juga suka sama gue.
2 bulan kemudian febby sekolah disekolah gue. akhir-akhir ini kedekatan gue sama febby agak renggang entah kenapa. Dan akhir-akhir ini juga gue ngeliat gilang jalan bedua sama febby. Kekantin, keperpus, pulang bareng, berangkat bareng. Jadi jarang gue sama febby keperpus bareng. Dan yang lebih nyeseknya setiap gue ngajakkin febby keperpus dia bilang “gue nanti mau kekantin bareng gilang”.
“Gali lo ingat gak cewe yang gue certain dulu?” gilang nepuk pundak gue
“oh iya cewe yang lo suka pas lo masih sekolah disekolah lo yang lama?”
“iya! Gue udah nembak dia dan malah sekarang pacaran li” gilang nekan kata pacaran.
“liat aja nanti tanggal 14 febuary. Gue akan tunjukkin”
“iya gue tunggu. Gue juga bakal nembak cewe pada hari itu juga”
“siapa cewe yang mau lo tembak?”
“nanti lo tau sendiri lang”
Hari ulangtahun Gilangpun tiba. Orang pun udah berdatangan dirumah gilang, tema ulangtahun gilang adalah valentine days. Orang yang berdatangan memakai gaun dan kemeja putih. Dan gue sibuk sendiri nyariin febby. Gue udah nyiapin bunga dan cokelat buat gue nembak dia dihari ulangtahunnya sih gilang. Pas acara dimulai si Gilang perkenalin pacarnya. Gue syok dan sempet mau nangis kalo pacarnya adalah febby. Cewe yang gue suka. Seketika gue nyembunyiin bunga dan coklat yang mau gue kasih ke febby di balik punggung gue
“Happy birthday my best friends. Longlast, longlove, and keep romantic with febby”
“thanks li. Gue sama gilang udah kenal lama sebenernya li”
“sorry li. Gue gak cerita sama lo. Oh iya mana cewe yang mau lo tembak?” Tanya gilang kebingungan
“dia udah diambil sama orang yang selama ini nyemangatin gue lang” gue tetep nyembunyiin bunga  dan coklat di balik punggung gue.
“sabar ya li. Gue tetep support lo” gilang nepuk pundak gue. dan febby tersenyum.

Setelah acara ulangtahun gilang selesai. Gue certain semua ke bu panti, gue keluhkan semuanya. Padahal gue selalu nyebut namanya dido ague. dengan kata-kata bu panti yang bijak gue ngerasa lega banget. Bu panti bilang “walaupun kamu selalu menyebutnya dalam doamu dia belum tentu jodohmu. Mungkin orang lain lah yang menyebut namamu dalam doanya. Jodoh pasti akan bertemu li. Jangan buat persahabatanmu hancur hanya karna perempuan. Sesungguhnya yang membuat laki-laki rusak adalah harta, tahta dan wanita”

haha :D thanks udh baca :p

Senin, 24 Februari 2014

Surat Terakhir Buat Rani :')

Cerpen aku nongol lagi hihi :D
baca yaaaa! Maaf jelek :p

Surat Terakhir buat Rani :')

            Cantik, pintar, baik, ramah dan mempunyai karakter penyayang dan penyabar dia adalah Rani tepatnya Dwi Maharani. Baik ganteng sederhana. dia adalah Reno kapten basket di SMA 20 Bekasi. Rani dan Reno sudah lama berpacarn sejak mereka duduk dibangku kelas 3 SMP. Mereka berdua kelas X di SMA 20 Bekasi. Rani dan Reno beda kelas, Rani di XA sedangkan Reno XE.
            Menurut teman-teman dan kakak kelas yang mengenalinya di sekolah. Rani dan Reno adalah pasangan serasi karena mampu berpacaran selama 1 tahun lebih. Banyak kakak kelas dan teman mereka iri melihat mereka berdua. bercanda, pulang bareng, istirahat bareng selalu berdua.
            Pagi ini pak Burhan, guru olahraga di SMA 20 Bekasi mengumumkan bahwa basket putra akan mengikuti lomba persahabatn antarsekolah di Bekasi . Seketika Rani tersenyum akan pengumuman yang diumumkan pak Burhan tadi.Jam istirahatpu tiba. Seperti biasa Reno menghampiri kelas XA yang tak jauh dari kelasnya untuk menjemput pujaan hatinya untuk makan siang dikantin.
"Eno! ikut pertandingan gak?" Eno panggilan sayang Rani ke Reno"Ikut dong Ani"  Ani panggilan sayang Reno ke Rani. Seketika senyum mengembang di pipi chubby Rani "wah seru dong, MANGAT! ya Eno sayang""Aku semangat kalau Ani nonton besok""Ani pasti nonton kok. hihihi :D""Makasih my sweety Dwi MahaRani ku sayang" mengacak-acak rambut Rani"ENO!!" menyisir rambutnya dengan tangannya.            Pertandinganpun tiba. Seperti yang diumumkan pak Burhan kemarin basket putra SMA 20 Bekasi akan mengikuti lomba. pertandingan di selenggarakan di SMA 20 Bekasi. Basket Putra dari sekolah lainpun berdatangan didampingi pelatih dan Childers. Pak Burhan sibuk memberi arahan pada basket putra SMA 20 Bekasi. Dari belakang Rani memberi semangat pada Reno. Pertandingan pun dimulai. Gadis cantik menawan dari childers dari sekolah lain pun membuat Reno jatuh hati dan itulah awal hancurnya hubungan Reno & Rani.
            Sejak pertandingan kemarin, Reno dan Rani jarang berkomunikasi. Ada teman sekelas Reno berbicara kalau Reno sedang sekat dengan anak childers dari sekolah lain. Tak sengaja terdengar oleh Rani. Ranipun segera menghampiri Reno.
"Eno kamu kemana aja sih?"  "gak kemana-mana. ada yang pengen aku omongin dengan kamu" balas Reno. "ehm ya udah Eno ngomong aja" Rani memberi senyuman"kita putus aja ya Ran." Reno berbicara lembut"oke" tak melihat wajah Reno"kamu gak papa kan Ran ?" tanya Reno"I'm Fine!. Mungkin ini takdir buat kita. eh iya Ren, aku kekelas dulu ya" Rani berlari sambil meneteskan airmata.            Sebulan kemudian. Reno sedang mencari-cari Rani untuk memperbaiki hubungan mereka yang pernah renggang. Tapi sayang Rani selalu menghindar dari Reno. Dan kali ini Rani gagal menghindar dari Reno. Reno menarik Rani kearah perpustakaan, sempat Rani menolak tetapi Rani gagal. Renopun bicara dengan Rani karna ingin memperbaiki hubungannya. tetapi Rani menolak dan meninggalkan Reno diperpustakaan sekolah. seketika hati Reno hancur dan meneteskan airmata.
            Keesokkan harinya. Bel berbunyi tiga kali. Siswa/siswi SMA 20 Bekasi pun berhamburan menuju gerbang sekolah untuk pulang kerumah masing-masing. berbeda dengan Reno. Reno berencana ingin kerumah Rani. Sebelum kerumah Rani ia membeli bunga dan coklat yang dibungkus dan disertai sepucuk surat yang ia tulis dikelas. Renopun pergi kerumah Rani setelah sampai dipersimpangan sekitar 500meter dari rumah Rani, Reno menabrak pohon yang ada dipersimpangan tersebut. Bunga, coklat dan sepucuk surat pun berhamburan. Warga disekitar termasuk Ranipun keluar rumah dan menuju kepersimpangan tersebut. Rani seketika menangis histeris dan pingsan saat mengetahui yang mengalami kecelakaan tersebut adalah Reno.
            Keesokkan harinya. Rani tak sadarkan diri selama 19jam. 10 menit kemudian Rani sadarkan diri. Rani menanyakan Reno. Apakah ia hanya bermimpi atau tidak. Mama dan papanya tidak menjawab. Papa Rani menyodorkan bunga dan coklat yang sudah terinjak-injak dan tak lupa sepucuk surat
isi suratnya ; Dear   : Dwi MahaRani                        Ani, Maafin Eno. Eno tau Eno salah dan jahat.
                        Eno masih mencintai dan menyayangi Ani.
                        Wanita itu hanya membuat Eno tersenyum sesaat.
                        Eno menyadari Anilah yang mebuat Eno tersenyum Selamanya.
                        Eno terima, Ani tidak menerima Eno lagi.
                        Tapi Maafkanlah Eno. Eno sadar Eno salah :')
Tanpa kata Rani menangis. Dan kedua kalinya Rani bertanya pada mama dan papanya dimana Reno ? Mama menjawab bahwa Reno meninggal ditempat saat kejadiaan itu terjadi dan sudah dimakamkan saat Rani pingsan tak sadarkan diri            Keesokkan harinya. Rani pergi mengunjungi makam Reno. Rani menangis saat melihat ada nama Reno dibatu nisan tersebut.
"Eno! Ani kesini loh. Ani udah maafin Eno kok" Rani memegang batu nisan Reno."Kenapa Eno gak jawab? Ani udah maafin Eno. Ayo kita keperpus lagi no, kekantin lagi" Lanjutnya"Maaf Eno. Ani gak nerima Eno waktu itu. kalau Ani nerima Eno, pasti Eno gak akan kayak gini." Menghapus Airmata."Eno. Ini adalah surat terakhir dari Eno. tapi kenapa Eno gak kerumah malah disini sih Eno?" tanya Rani lagi"Hmm. Eno, Ani pergi dulu ya. Besok Ani kesini lagi" Ranipun pergi meninggalkan makam Reno.            Rani sangat menyesal karna tidak menerima Reno saat itu. Tetapi semua itu bukan sepenuhnya kesalahan Rani. Itu sudah takdir dari sang ilahi. karena setiap makhluk hidup yang bernyawa akan merasakan mati.

Rabu, 05 Februari 2014

Sebatas Mimpi :')

ini cerpen aneee :D entah yang keberapa -_-
baca ya baca, tapi jelek loh wkwkw :v

Sebatas Mimpi L

Gue lagi ngerenungin cewe yang gue suka ditaman yang biasa gue kunjungin sama dia. Dia adalah adik kelas gue yang baru masuk di SMA gue, SMA 5 Pontianak. Dia adalah Vannesa Lidya, bidadari kecil tanpa sayap. Anaknya asik, cantik, menarik, lucu dan agak sedikit tomboy. Gue suka dengan dia sejak gue masih SMP dan gue udah pernah nembak dia, tapi sayang dia gak nerima gue dan Cuma anggap gue temen aja. Oh iya nama gue Alan. Tepatnya M. Prayoga Alan. Gue ketua osis di SMA gue. Gue kelas XII ipa 3, dengan begitu gue punya 2 sahabat Tias dan Oki. Mereka pacaran, Tias adalah tetangga gue dia kelas XII IPA 1 sedangkan Oki sebangku gue.

#Jam Istirahat
“Lan lo ajak Vannes pulang bareng aja” saran Oki
“Tapi” Jawab gue.
“Coba aja dulu lan” potong Tias
“oke-oke”

            Belpun berbunyi tiga kali. Siswa/siswi SMA 5 pontianak berhamburan menuju gerbang sekolah untuk pulang kerumah masing-masing. Gue bukan pulang, tapi malah nyamperin Vanes kekelasnya, X IPA 2, gak terlalu jauh dari kelas gue. Saat gue kesana gue ketemu sama Vanes, dari belakang Tias dan Oki ngikutin gue.
“Vanes, lo mau pulang bareng gue gak ?” Tanya gue.
“tapi aku bawa motor nih kak, jadi gak bisa lainkali aja ya” Vanes nolak dan member senyum ke gue dan gue hanya bisa bales senyum dan ngomong “iya” lagi-lagi gue gagal, Oki sama Tias ngampirin gue dengan senyuman khas mereka yang buat gue ketawa dan senyum lagi.
            Ya allah gue ini pengen lupain Vanes. Cewe didunia ini bukan Vanes aja. Gue terlalu bermimpi mau dapetin cewe kayak dia. Dia Cuma kasih harapan dan senyum itupun menurut gue gak pasti. Kalo gue lagi mikirin dia, gue suka ngukir nama dan wajah dia, Cuma itu yang gue bisa.
            2 hari dari gue ngajak dia pulang bareng, gue sama Vanes makin deket karna gue sama dia satu ekskul paskibra. setiap senin-kamis saat pulang sekolah, latihan paskibra bareng dia, itu yang membuat gue tambah suka dan gak bisa ngelupain dia.
            1 bulan kemudian. Gue sama Vanes tambah deket, berangkat bareng, latihan bareng sampe-sampe pulang bareng. Gue certain semuanya ke Tias dan Oki, tentang kedekatan gue sama Vanes. Tias kasih saran kegue, kalo gue nembak Vanes untuk yang kedua kalinya karna ini kesempatan kedua buat gue untuk dapetin Vanes.Untuk kedua kalinya gue nembak Vanes lewat pesan singkat, balesnya adalah  “tunggu tanggal 17 November, aku bakal kasih tau jawabannya” gue akan nunggu tanggal 17 itu batin gue.
            Sekarang tanggal  1 november, gue udah gak sabar denger jawaban dari Vanes gue bertekad hari ini mau nembak dia pas pulang sekolah.
            Bel sekolah pun berbunyi tekad gue untuk nembak vanes udah bulat. gue ajak oki dan tias untuk nahan vanes dikelasnya
            ‘’eh ada apaan ini mbak kakak?’’ oki dan tias menarik vanes keluar kelas
            ‘’gak ada apa-apa kok ikut aja’’ kata tias
            ‘’iya dek ikut aja’’ tambah oki
Pas gue datang kearah mereka bertiga,oki dan tias melepas pegangan tangan mereka berdua pada vanes. Vanes terlihat heran melihat gue, oki dan tias akhirnya pun vanes pergi ninggalin kami bertiga. Oki dan tias pun hanya bisa diam melihat gue “sabar ya lan”. Itulah yang mereka katakan saat itu. Gue, oki dan tias pun akhirnya pulang. Handphone gue bergetar disaku celana gue, ternyata SMS dari Vanes. Isi SMSnya “Sepertinya aku jawab sekarang aja, karna kakak gak mau nunggu tanggal 17. Aku gak bisa kak. Jadi aku hanya anggep kakak hanyalah teman. Maaf kak” itulah isi SMA dari Vanes. Hatiku hancur untuk yang kedua kalinya apa ini hanya sebatas mimpi untuk mendapatkannya ?

Ini hanyalah sebatas mimpi, untuk dapetin seorang  yang gue suka dan Cuma dianggep teman. Disisi lain gue sedih dan disisi lain juga gue ngerasa bahagia kalo Vanes anggep gue sebagai temennya J 

jangan lupa komen brooo! :D

Jumat, 03 Januari 2014

NYESEK ITU SAAT GUE NGAREPIN YANG GAK PASTI !

ini cerpen gua yang ketiga :p
agaknya sih jelek hihih yasudah baca dulu aja :P


NYESEK ITU SAAT GUE NGAREPIN YANG GAK PASTI !

Gue Vira, Gue kelas 10 di SMA Jaya Bangsa. cowo-cowo satu sekolah pada takut sama gue, karna gua tomboy. Gue punya 1 sahabat setia dari kecil. Namanya Ryan. Ryan adalah kakak kelas gue. Gue sama Ryan Cuma beda setahun. kami sekolah di sekolah yang sama. Ryan mengerti kalo gue tomboy dan paling gak suka pake dandan feminim, dia terima gue sebagai sahabatnya  apa adanya.
Gue dan Ryan mempunyai banyak kesamaan. Tapi mempunyai 1 perbedaan yaitu Agama. Gue Islam, Ryan kristen. Tapi perbedaan itu tak membuat persahabatan kami hancur. Kalo gue sedang beribadah kemasjid, Ryan setia nunggu gue diluar. Sedangkan setiap hari minggu Ryan sedang beribadah kegereja gue juga nunggu diluar. Setiap hari minggu kami memang biasa bermain keluar rumah.
Gue banyak pengalaman tentang cinta. Dari gue di PHP-in sampe gue diselingkuhin. Dulu pas gue kelas 9 (3 SMP), gue punya pacar. Nama pacar gue adalah Dion. Gue pacaran sama Dion udah 1 tahun 3 bulan. Dan Gue putus dengan Dion karna, Dion ketauan lagi jalan dimall sama cewek lain. Disaat itu gue pergokin tuh si Dion. Tanpa basa-basi gue nampar dan nonjok dia dimall, gak sadar gue Dion dan cewek itu jadi pusat perhatian dimall. Gue gak nangis, gue bukan cewek lemah yang diselingkuhin cowo nangis berhari-hari . sejak kejadian itu gue paling anti yang namanya cinta.
Hingga suatu hari Ryan nembak gue. Gue gak nyangka cowo sekeren, sekaya, sepinter dia nembak gue. Tapi gue ngerasa gak pantes sama dia. Karna gue sama dia beda keyakinan dan gue Cuma anggep dia sahabat. Ryan nerima keputusan gue dengan lapang dada.

Pagi ini cerah banget. Gak kayak biasanya mendung. Burung-burung berkicau-kicau. Pagi yang cerah mengiringi hari ini, sinar mentari dengan hangat dan penuh kelembutan. Gue pergi kesekolah gue, dengan kakak kelas gue si Ryan. Ryan itu ngerti banget apa yang gak gue suka dan yang gue suka.
“Pagi sahabat berponi, yok berangkat sekolah.” Suara Ryan yang semangat hari ini. Biasa pengen bareng gue berangkat sekolah.
“iya Ryan, eh salah maksudnya kakak Ryan hihihi”
“woles aja keles Vir. Gak usah pake kakak” Ryan tersenyum
“yakan elo kakak kelas gue, lo ngelakuin ini Cuma karna kita sahabat gak ada yang lain kan. Gue gak mau dibilang PHP-in elo” jawab gue sinis
“gak kok Vir. Gue emang suka sama elo, tapi gue tulus ngelakuin ini kok. Udah yok berangkat” dan gue berangkat sekolah bareng Ryan. Ryan itu adalah pangeran Udah nyampek sekolah, gue pisah sama Ryan. Soalnya kelas gue sama Ryan beda. Gue diatas, dan Ryan dibawah.
Gak terasa gue udah 6 bulan sekolah di SMA Jaya Bangsa. Tapi gue gak dapet pacar coba -__-. Gue pernah berfikir kenapa gue gak dapet pacar. Apa karna gue TOMBOY ?. itu yang ada difikiran gue.
Dan keesokan harinya gue ngerubah penampilan gue menjadi Feminim. Gue sering pake bedak, lipstick, dan mascara kesekolah. Rambut gue sering disalon sekarang. Terlihat feminim sih agaknya.
“Ryan !!!!!” Gue manggil Ryan dari kejauhan karena terlihat jelas punggungnya.
“iya elo siapa ya ?” jawabnya tak kenal
“lo gak inget gue” Tanya gue sambil melongo
“hah. Gue gak kenal elo. Sorry” Pergi ninggalin gue
“Gue VIRA !!” jerit gue
“hah Vira ? beneran ini Vira?” jawabnya gak percaya
“iya, sahabat lo Ryan, ais sahabat sendiri gak tau”
“soalnya lo berubah” ngeliat gue dari bawah keatas
“yok berangkat.” Gandeng gue. Ryan melongo aja.
Anak-anak disekolah termasuk Ryan kakak kelas gue malah gak kenal dan kaget banget pas liat penampilan gue. Yang lebih parah, guru-guru gue nyangka gue anak baru disekolah.
“Maaf kamu anak baru disini ?” tanya guru Ekonomi gue
“bukan bu. Saya Vira” jawab gue mengingatkan guru gue ini
“hah Vira !. cantik bener, gue gak nyangka dia secantik itu bro” terdengar suara itu dibelakang bangku gue. Seketika gue ngefly !!
Sejak gue dandan feminim gini, banyak cowo yang ngedeket, minta nomer handphone, akun facebook, akun twitter dan pin BB gue. Ya ampun gini rasanya ya kalo dideketin dan direbutin cowo. Dan sejak itu juga gue jauh dari sahabat gue. Akhir-akhir ini dia ngejauh dari gue. Kenapa coba ?
“kenapa sih Ryan lo ngejauh dari gue ?” Tanya gue karna gue ketemu dia dikantin.
“gue ngejauh ? elo kali yang ngejauh. Bukannya elo udah direbutin cowo karna kecantikan dan penampilan elo yang baru ?. bukannya elo seneng ?. sekarang elo sibuk dengan handphone dan akun social elo, gak perduliin gue. Sahabat macam apa lo hah?” jelasnya
“elo kenapa sih Ryan, apasih yang salah dari gue hah apa ?” Tanya gue lagi
“BASI ! LAGU LAMA!  pikir aja sendiri” Ryan ninggalin gue
“kenapa sih Ryan, lo kayak gini sama gua. Apa salah gue ?. kasih tau gue. Apa karna perubahan penampilan gue ini ? oke besok gue akan ngerubah penampilan gue”


Udah 2 minggu gue sama Ryan gak berhubungan dan gak maen. Disekolah gue sama Ryan sombong-sombongan. Padahal gue udah ngerubah penampilan gue, dan cowo-cowo pada ngejauh dari gue. Ternyata Cuma Ryan doang yang nerima gue apa adanya. Bukan karna fisik. Gue sadar ternyata gue selama ini cinta sama Ryan. Ya Allah gue gak sadar selama ini. Dan gue bertekad untuk kekelas Ryan.
“maaf mbak, kak Ryan ada?” Tanya gue dengan temennya Ryan
“oh itu sama cewek dibawah pohon situ” nunjuk arah pohon
“makasih ya mbak” Dan gue ngampirin Ryan dan cewek itu.
“Ryan gue mau ngomong” gue narik tangan Ryan.
“ada apa lagi sih Vir ?”
“tuh cewek siapa ? pacar lo” Tanya gue sinis
“kenapa dia Margaret. Temen sekelas gue sekaligus dia adalah pacar gue. Kita seagama juga” jelas Ryan tanpa kata-kata gue lari ninggalin cewe itu dan ryan.
“kenapa sih elo Vir ?” Tanya Ryan ngejer gue dan narik tangan gue

“gak papa kok. Udah gue mau kekelas dulu” gue ninggalin Ryan dengan netesin air mata dan gue pergi ke taman belakang sekolah saat Ryan nembak gue. Dalam hati gue, ini nih bener kata orang orang “NGAREPIN ITU YANG PASTI JANGAN YANG GAK PASTI”. Gue nyesel dan nyesek gak nerima Ryan dulu saat Ryan nembak gue. Dan seharusnya juga gue gak nyesel karna gue gak bakal bisa bersatu dengan Ryan karna gue dan Ryan beda AGAMA.

jangan lupa komen yak hihihih :D

Selasa, 17 Desember 2013

KADO TERPAHIT DI ULTAH ECHA

Hey ini cerpen agaknya kisah nyata loh -_-
Ais tapi sudahlah !
Jangan lupa komen ya J

KADO TERPAHIT DI ULTAH ECHA

            Echa ? Siapa sih yang gaktau sama Echa ? ya, dia adalah seorang anak yang jadi salah satu trencenter disekolahnya.
            Seorang gadis yang punya wajah cantik, kaya, pintar, namun tetap sederhana. Saat ini dia duduk dikelas X ipa A di SMA Tunas Bangsa. Echa punya banyak pengalaman tentang cinta.
            Disekolah juga banyak yang suka sama Echa, tapi Echa tak pernah menerimana mereka, karena ada Dion dihatinya.
            Dion, ya !! Dion adalah seorang siswa kelas XI ipa B yang tidak terlalu terkenal di SMA Tunas Bangsa ini. Berhubung dia kakak kelas Echa, jadi Echa memanggilnya dengan sapaan “kak Dion”. Kak Dion memang tidak terlalu rupawan, cukup baik, tapi orangnya cuek dan sering gak ngebales pesan, BBM yang Echa kirim.
            Saat ini, kak Dion lagi jomblo. Echa pun mulai sering mengirim pesan dan BBM ke kak Dion.
“hai kak Dion, apa kabar ?” kata Echa.
“hai juga dek, alhamdullillah baik. Ada apa dek?” kak dion menjawab.
“hehe, gak papa kak” balas Echa
“lagi apa dek ?” kak Dion kembali bertanya dan masih banyak lagi, hari hari pun berlalu dengan banyak pesan dari Dion. Hingga suatu ketika, Dion memberitahu Echa lewat BBM bahwa baru saja dia menyatakan perasaannya kepada Angel. (wanita yang selama ini di idamkan oleh Dion, anaknya cantik, pinter, baik, gak sombong tapi gendut. Kakak kelasnya Echa) dan Angel pun menerima Dion.
            Seketika itu juga, hati Echa hancur dan echa pun menangis. Saat Echa menangis, Echa sempat untuk mengetik ucapan selamat dan mendoakan Dion semoga langgeng dengan Angel.
            Hari-hari Echa pun berlalu dengan kegalauan. Hingga suatu hari Dion menceritakan pada Echa kalo dia lost contack sama Angel kurang lebih 2 minggu terakhir. Echa Cuma bisa bilang “mungkin mbak Angel gak punya pulsa kak, jangan negative thinking kak !”
            Hari-hari pun berlalu, tak terasa beberapa minggu Echa ulang tahun, Echa pun membuat pesan yang isinya
“4 minggu again !! I’m Coming !!!” yang dikirmnya kesemua kontak yang ada di ponselnya termasuk Dion.
“emang ada apa dek ?” dion membalas pesan
“Echa mau ulang tahun kak” ujar Echa
“oh ya? Pajak ulang tahunnya jangan lupa ya kidding mamen. Lagi apa dek?” balas Dion.
“haha. Insya allah deh kak, lagi baca novel kak. Kakanya” balas Echa.
“lagi denger lagu, judulnya menantimu” membalas lagi.
“untuk siapa kak?” echa menjawab heran.
“nanti Echa tau kok, 4 minggu lagi”
Cup !! Echa mulai aneh, dan menganggap orang yang dinanti oleh Dion itu dia. Tapi Echa ber berusaha menyakinkan dirinya, dan bilang “Ah.. masa kak Dion sayang aku ?”
            4 minggu kemudian, yes today is Echa Born Day. Sesuai dengan janji Dion, hari ini dia akan kasih tau siapa yang dia maksud.
Dion kirim ucapan selamat ke Echa “HAPPY BRITHDAY Echa,  semoga makin cantik, pinter, panjang umur, dan sehat selalu”
“makasih kak Dion, kak masih inget sama janji 4 minggu yang lalu?” Echa pun menjawab.
“nggak tuh dek, emang apa?”
“yang kakak nanti itu siapa?”
Dion tidak membalas pesan Echa.
            3 hari kemudian, Dion pun mengirim pesan yang isinya “Echa, maaf sebenarnya yang kakak maksud itu Echa. Tapi maaf kakak udah pacaran dengan Angel, dan kakak gak mungkin mutusin Angel gitu aja”
Selesain membaca, jatung echa berdegup kencang. Matanya mulai berkaca-kaca, mulutnya bergetar, dan Echa pun membalas. “Sudah Echa duga, iya kak gak papa kok, sebenarnya echa juga saying sama kakak”
“Echa maafin kakak, Echa haru lupain kakak. Echa gak boleh terpaku sama kakak. Kakak bukanlah orang yang baik untuk Echa”
Seketika itu juga, butir-butir air mata Echa pun menetes dipipinya, Echa pun berkata
“Tuhan, aku telah mendegar kata-kata itu darinya. Begitu sakit !”
Tapi entah mengapa, walau Echa sakit, Echa masih saja menyayangi Dion. Dan sampai sekarang Echa belum berubah untuk Dion.


Yak ado terpahit yang diterima oleh Echa itu adalah kejujuran dari Dion. Bersedih untuk satu kejujuran itu lebih baik, daripada berbahagia dengan berjuta kebohongan !


Jangan LUPA KOMEN ya oke ;)

Sebangkuku Merebut Pacarku

Ini cerpen gua yang kedua J
Baca ya. Maap kalo jelek -_-
Jangan lupa KOMENTARNYA :D


SEBANGKUKU MEREBUT PACARKU

Hey, aku Cindy Anggraini. Teman-teman memanggilku Cindy. Aku duduk di kelas X-IPS3. Aku menyukai Ekonomi. Aku mempunyai banyak teman dan yang pasti, aku punya sahabat sekaligus sebangku Putri Aisyah, biasa dipanggil Puput. Selain Puput aku dekat dengan Aldi, sohibku dari SD. Selain itu aku punya pacar namanya Rama, dia kakak kelasku sekaligus kapten Futsal disekolahku.

Saat ada pr ekonomi, sepulang sekolah Puput datang kerumahku, untuk mengerjakan Pr Ekonomi, aku tau sebangkuku ini sangat lemah dengan pelajaran ini. Saat jam kelinciku menunjukkan pukul 17.00 wib, Puput pulang sendirian. Aku tak tega melihatnya dan kasihan kalau ia pulang dibasahi dengan rintik-rintik hujan. Aku memutuskan untuk menelpon kak Rama, pacarku untuk mengantar sahabatku pulang. Tak sampai 15 menit kak Rama. Entah mengapa dadaku sesak melihat Puput dan kak Rama duduk berdua diatas motor. Hatiku hancur dan air mataku jatuh membasahi pipiku.

KEESOKKAN HARINYA

“Cin, kak Rama baik ya”
“iyatah. Oh iya kalian ngobrolin apa aja ?”
“hmm, dia nanya-nanya, dek rumah kamu dimana ?. banyak pokoknya.”
Aku diam. “kenapa kak Rama kelihatannya mesra banget sama puput ?” batinku.
“terus dia komen-komen status aku loh Cin. Nih” Puput memperlihatkan komen-komenan mereka di akun facebook.
“kenapa Puput senang. Kak Rama nggak pernah komen statusku, giliran status puput dikomen” lanjut batinku.

            Aku menceritakan semua yang terjadi pada Aldi. “mungkin Puput menyukai kak Rama” Aldi menanggapi semua yang aku ceritakan padanya. Sedikit demi sedikit air mataku pun menetes, Aldi pun mencoba menghibur dan menghapus air mata yang membanjiri pipiku.


            Hari ini adalah hari minggu. Rencananya aku ingin main kerumah Sity. Aku mencoba menghubungi kak Rama untuk mengantarkan dan menemaniku pergi kerumah Sity.

“Hallo kak, kak Anterin kerumah Sity dong”
“mau ngapain Cin?” kak Rama menjawab telfonku.
“main kak, Cindy udah lama gak kerumah Sity”
“kamu kan ada motor Cin, kenapa gak pake motor kamu kerumah Sity, jangan manja” menjawab sinis
“motornya dipake kak Finsen kak” aku menjawab dengan nada sedih
“Cindy kan banyak teman. Lebih baik sama teman Cindy. Udahlah kakak sibuk”
“ta..tapi kak” belum selesai bicara kak Rama menutup telfonku.
“Apa benar iya sibuk?” “tetapi apa sesibuk itu, padahal hari ini hari minggu. Apa mungkin kak Rama sedang latihan futsal?” itu lah yang aku fikirkan.
Aku mencoba menelfon Aldi.
“Hallo Al ?” aku memulai tujuanku menelfon Aldi
“iya Cin, ada apa?
“main yok Al”
“kemana ?. tumben Cin kamu ajak aku main?” Aldi  heran
“ke Mall, hehe iya. Main timezone, udah lama gak main”
“oke-oke kamu dimana?”
“di rumah Al. jemput ya”
“oke-oke!” Aldi menutup telfonku

Tak lama Aldi sampai dirumahku dan tanpa kata kami langsung berangkat ke tempat tujuan.

“udah lama nih Al gak main kesini, terakhir kapan ya?” tanyaku bingung
“sejak kamu jadian dengan kak Rama” jawabnya sinis
“masa iya, kamu cemburu” aku mulai menggodanya
“tidak !. lupakanlah. Ini koinmu” Aldi memberikan 4 koin timezone padaku.

            Tak lama bercakap-cakap dengan Aldi. Aku dan Aldi tak sengaja melihat kak Rama dan Puput sedang makan berdua sambil suap-suapan di mall, tempat aku dan Aldi main timezone .

“Cin, itu bukannya Puput sama kak Rama” nunjuk kearah Puput dan Kak Rama
“mana sih Al. ngaco kamu. Kak Rama lagi latihan futsal” membantah Aldi
“aku serius Cindy. Itu tuh” menunjuk kedua kalinya kearah Puput dan Kak Rama. Aku tak tahan lagi melihat mereka. Saat aku ingin pergi mempergoki mereka, Aldi menahanku untuk tidak pergi kesana, tapi aku tetap kesana.
“tega kalian !” aku menunjuk kearah Puput dan Kak Rama
“Cin, ini gak sama dengan yang kamu bayangin” Puput mencoba memegang tanganku dan mencoba menenangkanku.
“LEPAS ! kamu tau di pacar aku. Tapi mengapa kamu dekati dan kamu rebut dia dari aku ?. aku sahabatmu. Apa salahku denganmu ?” air mataku menetes.
“mungkin persahabatan kita sampai disini !” lanjutku. Aldi diam melihatku.
“dan kamu kak. Apa salahku ?. aku hanya ingin kamu menemaniku kerumah Sity. Tapi kenapa kamu malah pergi jalan dengan sahabatku tanpa sepengetahuanku ?. mulai sekarang kita Putus !” aku meninggalkan kak Rama dan Puput sambil menggandeng tangan Aldi.
“tapi Cin” Kak Rama mengejarku tapi aku tak memperdulikannya.
“sudahlah kak, biarkan saja” kata Puput tanpa memperdulikanku.


            Malam setelah aku memutuskan kak Rama, aku menangis menjadi-jadi. Aku tak mau makan dan tak mau keluar dari kamarku. Aldi mencoba menghiburku lewat telfon, memberi nyanyian, puisi, pantun, saran dan nasihat padaku, agar aku tidak menangis teru-menerus. Aku sedikit terhibur karnanya.

            Sebulan aku putus dengan kak Rama, ternyata kak Rama dan Puput berpacaran. Aku tak dekat lagi dengan Puput, malah semakin dekat dengan Aldi, yang selalu ada disampingku, menemaniku saat aku sedih dan senang. Dan akhirnya Aldi menembakku secara langsung di depan teman-teman kelasku. Aku tersanjung dan aku menerimannya.

            Kesalahanku mengapa Puput bisa dekat dengan Kak Rama adalah aku membiarkan Kak Rama mengantarkan Puput pulang kerumahnya, sama saja aku member kesempatan pada Puput untuk mendekati kak Rama, karena Puput menyukai kak Rama.

Makasih udah baca :D

Senin, 16 Desember 2013

CLBK

Ngepost dulu kale ya :D udah lama cuy gak ngepost :v
nih malem ujan juga sih -_-
kalii ini gua mau ngepost cerpen hasil gua sendiri nih :D
jangan lupa coy komentar nya :)
cerpen pertama gua :D

CLBK


Nissa dan Wira sudah pacaran sekitar 7 bulan terkahir, saat masih duduk dibangku 3 SMP. Dengan kejadian itu mereka menjadi trentopik di SMP. Nissa yang berwajah baby face, berkulit putih dan sikapnya kekanak-kanakan menjadi cirri khasnya. Sedangkan Wira tak terlalu rupawan, pintar, sikapnya pun sama dengan Nissa, kekanak-kanakkan.

            Kelulussan SMP pun tiba. Nissa dan Wira berbeda sekolah. Nissa SMA 17 dan Wira SMA 9. Sekitar 2 bulan besekolah yang berbeda, Nissa memutuskan hubungannya dengan Wira. Banyak faktor perbedaan antara mereka, seperti sekolah, pendapat dan Nissa pun jatuh hati pada kakak kelasnya Billy.

            Tak sengaja saat pulang sekolah, Nissa bertemu teman SMPnya yaitu Viola. Nissa tak terlalu akrab  dengan gadis berwajah cantik, menarik dan kaya ini. Viola mengajak Nissa untuk datang ke acara ulang tahunnya yang ke 16. Acara itu berlangsung pada malam hari tanggal 14 febuari.

            Keesokkan harinya, Nissa memohon pada gadis sebayanya berkacamata, berkulit sawo matang yaitu teman sebangkunya Risty, untuk menemaninya ke pesta ulang tahun temannya. Risty menolak ajakkan Nissa, karena sebangkunya Nissa ini sudah ada janji pada pacarnya. Risty pun memberi saran, sehubung Nissa sedang dekat dengan Billy, mengapa ia tak mengajak Billy untuk menemaninya ke pesta itu. Nissa ragu untuk mengajak kakak kelasnya ini, “mana mau cowok sekeren dia anak futsal lagi mau menemaninya ke pesta itu”, hanya itu yang ada dibenaknya.

            Nissa pun bertekat untuk mengajak kakak kelasnya itu untuk menemaninya ke acara ulang tahun Viola. Setelah lama berbincang sekitar 10 menit, Billy memutuskan akan menemani Nissa ke pesta itu.

            Dengan gaun berwarna pink, Nissa terlihat anggun dan cantik dengan memakai gaun warna favoritnya itu. Terlihat manik-manik kupu-kupu kecil yang melingkar dan menghiasi tepi-tepi gaun itu.
            Suara mobil dari luar, Nissa pun menoleh kearah sumber suara itu, ternyata itu Billy yang sedang menunggu diluar. Dengan bergegas kekuatan penuh Nissa pun berlari dan berpamitan pada kedua orangtuanya.
            Billy seperti terbius melihat kecantikan Nissa memakai gaun tersebut, sempat melamun 1 menit. Tanpa kata-kata mereka langsung berangkat ketempat tujuan.
            Sekitar 10 menit sampai ditempat tujuan, terlihat bidadari cantik dan pangeran yang berpasang-pasangan menghiasi sudut-sudut rumah Viola.

“Hey Vio, selamat ulang tahun ya” Nissa menghampiri Viola dan mencium pipi Viola.
“Makasih ya Niss, sama siapa ?” Tanya Viola.
“kakak kelas, kenalin ini kak Billy” Nissa memperkenalkan kakak kelasnya dan Billy menyodorkan tangannya.
“iya aku Viola” membalas jabat tangan Billy
Terlihat cowok dibelakang Viola dan cowok itu berbalik.
Nissa kaget, cowok itu adalah Wira.
“Wira !” Nissa kaget.
“Nissa!” Wirapun kaget.
Billy terlihat bingung, Nissa dan Wira pun bersalaman, dilanjutkan Wira bersalaman dengan Billy.
“Vio, sorry nih, kita ambil minum dulu ya” Nissa menggandeng Billy.
“kamu mengenalinya Nis ?” tany Billy.
“iya, aku mengenalinya”

            Acarapun berjalan dengan lancar dan cepat. Saat Viola tiup lilin Wira dan Nissa diam-diam mencuri-curi pandang, saling melirik satu sama lain. Mereka tak sadar ada 2 bola mata yang memperhatikannya yaitu Billy. Acara selesai pukul 21.00 wib. Billy mengantarkan Nissa pulang kerumahnya

            Saat pertemuan keduanya diacara ulang tahun Viola, Nissa tak hentinya memikirkan Wira dan sebaliknya Wira memikirkan Nissa. 1 bulan telah berlalu sejak pertemuan itu. Billy memohon dengan Nissa untuk datang menontonnya mewakili sekolah dalam lomba futsal antar sekolah. Billy tau pria yang bernama Wira itu mencintai Nissa, dari sorot matanya menatap Nissa penuh arti.

            Billy sengaja meminta Nissa untuk datang ke pertandingan futsal itu. Karena Dutsal sekolahnya melawan sekolah SMA 9 yaitu SMA Wira. Pertandingan Futsal diadakan pada hari minggu 21 April di SMA 17

“kak sekarang kan tanggal 20, jadi pertandingannya besok dong ?”
“iya dek, wajib nonton ya” tersenyum
“oke kak. Lawan SMA apa kak ?”
“belum tau dek. Ada pangeran kamu loh” mencubit pipi Nissa dan meninggalkan Nissa.
“Pangeran ?” bingung “Kakak tunggu aku !” Lanjut Nissa.

Keesokkana harinya
            Saat pertandingan dimulai, Nissa tak sengaja melihat Wira ada didalam pertandingan itu. “Apa yang dimaksud kak Billy pangeran itu adalah wira” batinnya “bukan !” lanjutnya dan memperhatikan Wira.
            Menit ke 20 Billy bercakap-cakap dengan Wira.
“Ungkapkan perasaanmu padanya”
“bagaimana mana kakak tau kalau aku … “ belum melanjutkan perkataannnya Billy memotongnya
“Tidak penting !”
            Pertandingan selesai. Kemenangan ada di pihak SMA 17, semua siswa-siswi yang telah menyaksikan terlihat sangat gembira dari mimik dan ekspresinya.
“Selamat ya kak. Kakak hebat !” meberi selamat
“makasih dek, biasa aja. Tolong ambilin minum kakak di kamar ganti Niss, heheh “
“huh.. oke”
Saat Nissa berjalan keruang ganti Wira terlihat disana.

“hey niss, apa kabar?” Tanya Wira.
“baik, kamu apa kabar?”
“baik, Niss ada yang mau aku bicarakan”
“kamu mau tidak balikkan sama aku lagi, kita mulai semuanya dari awal” seketika hening dan
Wira memegang tangan Nissa.
“iya wir, aku mau !” menjawab dengan malu.
Seketika suara mengagetkan mereka berdua.
“Ciyeeeeee ! “ suara Risty, Billy dan teman-teman Futsal mempergokkin mereka.
“Selamat ya Niss” Risty member selamat.

Billy menarik tangan Wira.

“kamu berhasil !”
“ya kak, makasih ya ini semua berkat kakak” memeluk Billy.
“iya wir, sama-sama”

Komentar ya broooo -_-
soryy kalo jelek, cerpen pertama sih :p